Tuesday, April 13, 2010

Kalau Ingin Perubahan, Tegakkanlah Malam dan Bangunlah Lebih Awal


Seharusnyalah, tidak ada yang begitu mengenaskan bagi kita -aktivis dakwah- kecuali kalau kita dalam tidak sempat menegakkan malam (qiyamullail) dan mengisi awal pagi dengan kegiatan yang membawa perubahan.

***

KAMMI adalah pembawa obor perubahan. Malam itu, tengah tahun 2001, KAMMI mengadakan muhasabah dan qiyamullail. Beratus orang -ikhwan dan akhwat- hadir, diam, menangis dan khusyu'. Ya, ruh kami berkata bahwa reformasi Indonesia harus kami selamatkan. Indonesia berantakan dan fatwa telah jelas tersampaikan. Strategi pun terancang, semuanya terkomunikasikan.

Siang besoknya itu, sang presiden akan datang dan mengunjungi kampus kami. Kami tahu dia akan berbicara omong kosong, sementara ia enggan bertanggung jawab. Maka kami melawan, kami enggan ia datang.

Pagi itu kami bergerak, berbondong dan berduyun, menutup lima jalan masuk ke kampus. Kami tak tahu dari mana ia masuk. Sebagian barisan kami tebal dua tiga lapis, sebagian barisan kami cuma satu baris memanjang, tapi kami tetap bersemangat, ikhwan maupun akhwat.

Muka kami coreng moreng dengan pasta gigi, pertahanan murah meriah untuk gas air mata, lagu-lagu bersemangat terus kami lantunkan, polisi dan panser berdatangan, mereka sedikit kesiangan, terkejut kami di ring satu.

Presiden kan datang sementara kami masih bertahan. Maka air dari water canon pun tersembur menghantam. Polisi menerjang dan membongkar ikhwan dan akhwat, kami tetap bertahan. Barisan ikhwan terbongkar, akhwat bertahan. Polisi-polisi itu mengangkati mereka seperti mengangkat ayam tuk masuk penggorengan. Kami terus saja bertahan dan terus bertahan.

Presiden batal datang, ia sadar penolakan. Kami menang, kampus tetap milik kami, ajang pencerdasan, bukan omong kosong politik. Sang presiden pun tumbang.

Kami menang, karena malamnya kami tegakkan dan paginya kami bergerak sejak awal.

***

Friday, April 2, 2010

Milad Ke-12 Bersama KAMMI Menuju Indonesia Baru


-JAKARTA- Perubahan, itulah sebuah semangat yang digaungkan oleh segenap kader dan pengurus KAMMI dalam puncak acara Milad ke-12 KAMMI yang berlangsung sabtu malam 27 Maret 2010 di Wisma Graha Pemuda Menpora, Senayan. Acara yang bertemakan Muslim Negarawan : Menuju Indonesia Baru, Bersih, Mandiri dan Madani ini menghadirkan 2 tokoh bangsa untuk menyampaikan orasi mereka, yaitu Akbar Zulfakar, anggota DPR RI sekaligus alumni KAMMI dan Marwah Daud Ibrahim anggota Dewan Presidium ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Di dalam orasinya, Akbar Zulfakar yang juga adalah alumni KAMMI menyatakan,KAMMI lahir sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang pada saat itu sedang didera oleh krisis ekonomi. KAMMI didirikan untuk melakukan perubahan.Beliau juga menyampaikan rasa bangga bahwa KAMMI sejak didirikan pada 29 Maret 1998, telah memiliki perwakilan di 33 Provinsi di Indonesia. Beliau berharap KAMMI dapat berkembang dan Berjaya di masa yang akan datang.

Sementara itu DR. Marwah Daud Ibrahim menyampaikan pentingnya menjaga kedaulatan negara melalui pengembangan iptek dan menyertainya dengan keimanan dan ketakwaan. Pada kesempatan itu pula Dr. Marwah mengajak seluruh anggota KAMMI dan organisasi kepemudaan yang hadir pada saat itu untuk berpikir dalam kerangka kenegarawanan. Negarawan adalah orang yang berpikir untuk generasi mendatang, lanjut ibu dari 3 anak ini. Beliau mengingatkan kepada aktivis mahasiswa dan para pemuda untuk tidak patah arang dan berpikir untuk kemajuan bangsa, karena beliau memiliki keyakinan bahwa Indonesia bisa Berjaya berdaulat. Para pemuda harus turun ke lapangan, menciptakan peluang, melakukan inovasi dan memberikan solusi yang ril pada persoalan-persoalan masyarakat. Tambah Doktor lulusan Amerika Serikat tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KAMMI Pusat, Rijalul Imam, S. Hum, M. Si menyampaikan orasinya tentang pentingnya persatuan bangsa. Dan beliau mengajak para mahasiswa untuk menyatukan potensi.Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan berdaulat,karena potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam sangat besar. Bahkan Indonesia bisa menjadi pusat peradaban baru di dunia.

Mengenai gerakan mahasiswa, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa bukan lagi sebagai agent of change,tetapi harus menjadi director of change. Sudah saatnya mahasiswa memimpin perubahan. Beliau menyampaikan gagasan tentang tren gerakan mahasiswa yang perlu dibangun saat ini, yaitu berbasis riset, berbasis kompetensi dan berbasis kewirausahaan. Di samping orasi para tokoh, peringatan Milad KAMMI juga di isi oleh pentas seni oleh grup tari Saman dari STIMIK Bidakara Jakarta dan kelompok pengamen dari Bekasi. Selain di Jakarta, Milad KAMMI ke 12 juga dirayakan di berbagai perwakilan KAMMI di daerah dengan berbagai macam kegiatan,seperti Bakti Sosial, Seminar dll. Selamat milad buat KAMMI, semoga makin berkontribusi. Amin. (Tim Humas)

sumber: www.kammi.or.id

inilah KAMMI

Thursday, March 4, 2010

Lomba Cipta Mars KAMMI Hingga 10 Maret 2010

A. Syarat Peserta:
1. Peserta minimal Anggota Biasa I (AB I).
2. Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.

B. Syarat Karya:
1. Karya orisinil (Dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai Rp 6000,-.
2. Karya bertemakan: ke-KAMMI-an, ke-islam-an, & ke-indonesia-an.
3. Karya tidak menonjolkan unsur salah satu budaya (universal).
4. Karya belum pernah dipublikasikan.

C. Bentuk Apresiasi:
1. Uang pembinaan Rp. 3.000.000,-
2. Karya yang menjadi pemenang akan dinyanyikan oleh tim nasyid nasional.
3. Karya yang menjadi pemenang akan dijadikan RBT (Ring Back Tone) & diberi royalti.
4. Launching di Milad KAMMI.

D. Insentif Kegiatan:
1. Rp. 30.000,- per orang.
2. Pembayaran dilakukan via rekening:
- Mandiri—> 124-0005162731 a.n. Oktavinawati.
3. Dilampirkan bersama berkas karya.

E. Teknis Pengiriman:
1. Karya dikirim dalam bentuk master recording / file MP3 dalam CD lirik dan irama.
2. Karya dan berkas lainnya dikirim 01-28 Februari 2010, ke sekretariat KAMMI Pusat d.a.
Jalan Gugus Depan, Nomor 2, Rt. 03 Rw. 02, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman,
Jakarta Timur, 13140.

- Seleksi: 1-15 Maret 2010

Info :
08111980709 / 085692302351 / 081808527166 / 021-94404029
kesekjendnan@gmail.com, pp.kammi@gmail.com,
http://www.kammi.or.id

PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT : Polisi Brutal dan Anarkis, Nodai Demokrasi !

Mengecam keras kebrutalan pihak kepolisian dalam menangani Demonstran!
Kapolri harus bertanggungjawab terhadap kekerasan pihak kepolisian!

Dengan ini Pimpinan KAMMI Pusat ingin menyampaikan ungkapan kekecewaan terhadap
aparat kepolisian yang sangat brutal dan tidak bertanggung jawab terhadap massa
aksi KAMMI. Berikut kami sampaikan kronologinya:


Massa KAMMI ada di depan gerbang DPR RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta, sejak
pukul 10.00 WIB, melakukan aksi dengan damai. Orasi dan yel-yel, disela dengan
shalat dan istirahat. Pukul 16.45, massa KAMMI tetap tenang, duduk berjongkok
ada di tengah massa dari elemen lain. Posisi massa masih di depan gerbang, di
belakang kawat berduri. Tiba-tiba dari arah depan pintu gerbang sisi kiri,
barisan polisi merangsek maju menyerang massa. Ada lemparan batu dari arah
polisi, diserta tembakan peluru karet.

Massa aksi selain KAMMI berhamburan lari ke arah barat pintu gerbang. Massa
KAMMI dikomando untuk tetap ada di tempat—karena KAMMI merasa tidak melakukan
provokasi. "KAMMI tetap di tempat dan tidak akan melawan." Tapi, karena tetap di
tempat, massa KAMMI yang santun, mendapat provokasi. Polisi makin brutal dan
anarkis, mereka memukuli demonstran KAMMI. Bukan hanya memukuli, polisi juga
menembakkan peluru karet untuk menghalau massa.

Akibat tindakan brutal polisi itu, empat massa dari KAMMI mendapat luka berdarah
yang parah. Mereka adalah Hilman dari KAMMI Sumedang, Mukhtar dari KAMMI UNJ,
Ari dari sumedang dan Mulki dari KAMMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Mereka
berdarah di bagian hidung dan kepala. Termasuk satu orang terkena peluru karet,
yaitu Agung Andri, Ketua Pengurus KAMMI Pusat bidang Media dan Kajian Strategis.
Akibat peluru karet, mata kanannya tidak bisa melihat dan kacamata pecah.

Massa kammi berangsur mundur ke arah masjid TVRI. Saat ini massa berkumpul di
sana menunaikan sholat. Beberapa yang terluka diantar ke rumah sakit. Saat ini
korban anarkisme oknum kepolisian tersebut sedang dirawat di RS Aini Kuningan,
Jakarta.

Maka dari itu, kami dari Pengurus Pusat KAMMI menyatakan sikap:

1.Mengecam keras tindakan brutal dengan menggunakan kekerasan yang ditunjukkan
oleh aparat kepolisian dalam mengawal demonstran.

2.Menuntut seluruh aparat kepolisian untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam
mengayomi dan melindungi hak-hak rakyat di seluruh Indonesia.

3.Mendesak Kapolri dan jajaran pejabat kepolisian lainnya untuk bertanggung
jawab terhadap tindakan-tindakan kekerasan yang ditunjukkan oleh aparatnya
kepada Mahasiswa.

4.Kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa untuk bersatu, demi menegakkan
kebenaran dan keadilan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.


Jakarta, 03 Maret 2010
ttd,


Rijalul Imam, S.Hum, M.Si.
Ketua Umum KAMMI Pusat

Alamat Sekretariat KAMMI PUSAT:
Jl. Gugus Depan No. 2 Rt. 03 Rw. 02 Palmerian Kec. Matraman, Jakarta Timur Kode
Pos: 13140
website: www.kammi.or.id

Contact Person: Edo Segara (081392078303), Amin Sudarsono (081328193554)